Saturday, May 23, 2015

Memilih Antara Bata Merah, Batako Atau Bata Ringan (Hebel

Saat ini seiring berkembangnya teknologi terutama dalam bidang rekayasa teknik sipil dan bangunan, penemuan akan bahan-bahan bangunan yang baru terus bermunculan. Dalam satu dekade terakhir kita sudah umum melihat struktur kuda-kuda bangunan dari baja ringan, konstruksi rumah atau bangunan dengan sistem pre-fabrikasi, penutup atap atau penutup dinding luar dari spandeck, termasuk bahan pengisi dinding dari bata ringan atau batako press. Khusus untuk bahan yang digunakan untuk pengisi dinding rumah atau bangunan, saat ini terdapat berbagai macam pilihan material dinding rumah. Dari bata merah, batako press hingga bata beton ringan. Masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan. Selain perbedaan pada kualitas dan ukuran, juga antara batako, bata merah dan bata beton ringan berbeda dalam hal kenyamanan ditempati serta biaya pembangunan.

Untuk Anda yang saat ini akan membangun atau merenovasi rumah, memilih material yang akan digunakan untuk diaplikasikan dirumah baru Anda nantinya adalah kegiatan yang gampang-gampang susah. Anda dan keluarga sebaiknya meluangkan waktu untuk mencari tau jenis material seperti apa yang akan digunakan, efisiensi anggaran adalah pertimbangan utama kenapa Anda harus pandai memilih material bahan bangunan tersebut. Pada artikel kali ini, kami akan mencoba memaparkan mengenai bahan pengisi dinding untuk rumah Anda.

Sebelum Anda membangun sebuah rumah, ada baiknya jika Anda mengetahui masing-masing kelebihan dan kekurangan dari bata merah, batako atau bata press, dan bata ringan. Setiap bahan punya karakteristiknya masing-masing. Perbedaan tersebut akan mempengaruhi proses pelaksanaan pekerjaan dilapangan dan tentunya biaya yang harus Anda leluarkan untuk menyelesaikan pekerjaan pembangunan rumah atau bangunan Anda. Berikut adalah spesifikasi, keuntungan dan kelemahan/kekurangan dari penggunaan setiap bahan yang dapat menjadi bahan pertimbangan bagi Anda sebelum membangun rumah.

BATA MERAH

Penggunaan bata merah sebagai bahan pengisi dinding bangunan sudah umum kita lihat diberbagai bangunan dari dulu hingga kini. Bahan material ini, hingga sekarang sepertinya masih menjadi pilihan utama masyarakat kendati sudah banyak penemuan dalam bidang teknologi bahan seperti bata ringan, batako press, dsb. Cukup bisa dimaklumi, bata merah masih lebih banyak digunakan dari pada bata ringan atau batako press, karena selain sudah teruji kekuatannya, mendapatkan jenis material ini pun tidak susah.

Bata merah yang dimaksud adalah bata yang dibuat dari tanah yang dicetak kemudian dibakar dengan suhu tinggi sehingga menjadi benar-benar kering, mengeras dan berwarna kemerah-merahan. Tanah yang digunakan pun bukanlah sembarang tanah, tapi tanah yang agak liat sehingga bisa menyatu saat proses pencetakan. Karena itulah, rumah yang dindingnya dibangun dari material bata merah akan terasa lebih nyaman dan adem. Selain lebih kuat dan kokoh serta tahan lama, sehingga jarang sekali terjadi keretakan dinding yang dibangun dari material bata merah.

Gambar Dinding Bangunan Dari Pasangan Bata Merah

Material ini sangat tahan terhadap panas sehingga dapat menjadi perlindungan tersendiri bagi bangunan Anda dari bahaya api. Tidak semua tanah liat bisa digunakan, hanya yang terdiri dari kandungan pasir tertentu. Bata merah umumnya memiliki ukuran panjang 17-23 cm, lebar 7-11 cm, tebal 3-5 cm. Ukurannya yang kecil memberikan kemudahan dalam hal pengangkutan,sangat bisa digunakan untuk membentuk bidang kecil,murah harganya,mudah pula mendapatkannya. Untuk dinding seluas 1 m2, bila mengguanakan bata berukuran 23 cm x 17 cm x 5 cm, kira-kira membutuhkan 70 buah bata merah.

Bahan baku yang dibutuhkan untuk memasang dinding bata merah adalah semen dan pasir ayakan. Saat pemasangan tidak memerlukan perekat khusus, untuk dinding kedap air diperlukan campuran 1:2 atau 1:3 (artinya 1 takaran semen dipadu dengan 3 takaran pasir yang sudah diayak). Sedangkan untuk dinding yang tidak harus kedap air dapat menggunakan perbandingan 1:4 hingga 1:6.

Spesifikasi Bata Merah:
Berat jenis kering (?) : 1500 kg/m3
Berat jenis normal (?) : 2000 kg/m3
Kuat tekan : 2,5 25 N/mm² (SII-0021,1978)
Konduktifitas termis : 0,380 W/mK
Tebal spesi : 20 30 mm
Ketahanan terhadap api : 2 jam
Jumlah (kebutuhan) bata merah per 1 m2 : 30 35 buah tanpa construction waste

Kelebihan Bata Merah:
- Tidak memerlukan keahlian khusus untuk memasang.
- Ukurannya yang kecil memudahkan untuk pengangkutan.
- Mudah untuk membentuk bidang kecil
- Murah harganya
- Mudah mendapatkannya
- Perekatnya tidak perlu yang khusus.
- Tahan Panas, sehingga dapat menjadi perlindungan terhadap api.

Kekurangan Bata Merah:
- Sulit untuk membuat pasangan bata yang rapi
- Menyerap panas pada musim panas dan menyerap dingin pada musim dingin, sehingga suhu ruangan tidak dapat dikondisikan atau tidak stabil.
- Cenderung lebih boros dalam penggunaan material perekatnya.
- Kualitas yang kurang beragam dan juga ukuran yang jarang sama membuat waste-nya dapat lebih banyak.
- Karena sulit mendapatkan pasangan yang cukup rapi, maka dibutuhkan pelsteran yang cukup tebal untuk menghasilkan dinding yang cukup rata.
- Waktu pemasangan lebih lama dibandingkan bahan dinding lainnya.
- Berat, sehingga membebani struktur yang menopangnya.
- Bata merah menimbulkan beban yang cukup besar pada struktur bangunan.

BATAKO SEMEN PC/ BATAKO PRESS

Material dinding dari batako ini umumnya dibuat dari campuran semen dan pasir kasar yang dicetak padat atau dipress. Selain itu ada juga yang membuatnya dari campuran batu tras, kapur dan air. Bahkan kini juga beredar batako dari campuran semen, pasir dan batubara. Dengan bahan pembuatan seperti yang telah disebutkan, batako memiliki kelemahan yaitu kekuatannya lebih rendah dari bata merah, sehingga cenderung terjadi keretakan dinding, terutama jika bagian kosong-nya tidak diisi dengan adukan spesi. Pemakaian material batako untuk dinding juga membuat bangunan lebih hangat bahkan cenderung pengap dan panas, tidak seperti bata merah yang terbuat dari material tanah. Batako atau Bata press dalam 1 m2 biasanya cenderung lebih ringan daripada bata merah. Teksturnya pun terlihat lebih halus, dan ukurannya lebih presisi jika dibandingkan bata merah.

Gambar Tumpukan Batako/Bata Press

Ukuran batako press pada umumnya adalah panjang 36-40 cm, tebal 8-10 cm, dan tinggi 18-20 cm. Untuk dinding seluas 1 m2, kira-kira membutuhkan 15 buah batako press. Biasanya batako press dipilih untuk memperingan beban struktur sebuah bangunan, mempercepat pelaksanaan, dan meminimalisasi sisa material yang terjadi pada saat proses pemasangan dinding.

Bahan baku yang digunakan untuk pemasangan batako pres adalah mortar yang komposisinya adalah semen (PC) dan pasir ayak.

Spesifikasi Batako Press:
Berat jenis kering (?) : 950 kg/m3
Berat jenis normal (?) : 1000 kg/m3
Kuat tekan : 5,5 N/mm²
Konduktifitas termis : 0,339 W/mK
Tebal spesi : 20 30 mm
Ketahanan terhadap api : 4 jam
 Jumlah (kebutuhan) batako press per 1 m2 : 20 25 buah tanpa construction waste

Kelebihan Dinding Batako Press:
- Tiap m2 pasangan tembok, membutuhkan lebih sedikit batako jika dibandingkan dengan menggunakan batu bata, berarti secara kuantitatif terdapat suatu pengurangan.
- Pembuatan mudah dan ukuran dapat dibuat sama.
- Ukurannya besar, sehingga waktu dan ongkos pemasangan juga lebih hemat.
- Khusus jenis yang berlubang, dapat berfungsi sebagai isolasi udara.
- Apabila pekerjaan rapi, tidak perlu diplester.
- Lebih mudah dipotong untuk sambungan tertentu yang membutuhkan potongan.
- Sebelum pemakaian tidak perlu direndam air.
- Kedap air sehingga sangat kecil kemungkinan terjadinya rembesan air.
- Pemasangan lebih cepat.
- Penggunaan rangka beton pengakunya lebih luas, antara 9 12 m2.

Kekurangan Dinding Batako Press:
- Mudah terjadi retak rambut pada dinding.
- Mudah dilubangi dan mudah pecah karena terdapat lubang pada bagian sisi dalamnya.
- Kurang baik untuk insulasi panas dan suara.

BATA RINGAN (HEBEL/CELCON)

Bata ringan atau sering disebut hebel atau celcon dibuat dengan menggunakan mesin pabrik. Bata ini cukup ringan, halus dan memilki tingkat kerataan yang baik. Bata ringan ini diciptakan agar dapat memperingan beban struktur dari sebuah bangunan konstruksi, mempercepat pelaksanaan, serta meminimalisasi sisa material yang terjadi pada saat proses pemasangan dinding berlangsung. Kemudian pertanyaan yang beredar dimasyarakat tentunya adalah apakah bata ringan sudah bisa menggantikan bata merah baik tinjauan dari harga, kekuatan, kemudahan mendapatkannya, motode pemasangan dan lain-lain. Agar lebih dalam, mari kita bedah satu-satu agar kita bisa mengetahui kelebihan dan kelemahan masing-masing.

Gambar Dinding Bangunan Dari Pasangan Bata Ringan (Hebel/Celcon)

Ukuran pada umumnya adalah: panjang 60 cm, tinggi 20 cm dengan ketebalan antara 8 cm -10 cm. Campuran atau komposisi bahannya terdiri dari pasir kwarsa, semen, kapur, sedikit gypsum, air, dan alumunium pasta sebagai bahan pengembang (pengisi udara secara kimiawi). Setelah adonan tercampur sempurna, nantinya akan mengembang selama 7-8 jam. Untuk pemasangan pada dinding seluas 1 m2, kira-kira membutuhkan 8 buah bata ringan.

Pemasangan bata ringan ini cukup mudah, bisa langsung diberi acian tanpa harus diplester terlebih dahulu dengan menggunakan semen khusus. Semen khusus hanya perlu diberi campuran air. Namun pemasangan bata ringan juga dapat menggunakan pasir dan semen seperti pemasangan pada batako, bata press dan bata merah.

Spesifikasi Bata Ringan:
Berat jenis kering : 520 kg/m3
Berat jenis normal : 650 kg/m3
Kuat tekan : > 4,0 N/mm2
Konduktifitas termis : 0,14 W/mK
Tebal spesi : 3 mm
Ketahanan terhadap api : 4 jam
 Jumlah (kebutuhan) bata ringan per 1 m2 : 8 9 buah tanpa construction waste.

Kelebihan Bata Ringan:
- Memiliki ukuran dan kualitas yang seragam sehingga dapat menghasilkan dinding yang rapi.
- Tidak memerlukan siar yang tebal sehingga menghemat penggunaan perekat.
- Lebih ringan dari pada bata biasa sehingga memperkecil beban struktur.
- Pengangkutannya lebih mudah dilakukan.
- Pelaksanaannya lebih cepat daripada pemakaian bata biasa.
- Tidak diperlukan plesteran yang tebal, umumnya ditentukan hanya 2,5 cm saja.
- Kedap air, sehingga kecil kemungkinan terjadinya rembesan air.
- Mempunyai kekedapan suara yang baik.
- Kuat tekan yang tinggi.
- Mempunyai ketahanan yang baik terhadap gempa bumi.

Kekurangan Bata Ringan:
- Karena ukurannya yang besar, untuk ukuran tanggung, membuang sisa cukup banyak.
- Perekatnya khusus. Umumnya adalah semen instan, yang saat ini sudah tersedia di lapangan.
- Diperlukan keahlian khusus untuk memasangnya, karena jika tidak dampaknya sangat kelihatan.
- Jika terkena air, maka untuk menjadi benar-benar kering dibutuhkan waktu yang lebih lama dari bata biasa.
- Harga relatif lebih mahal daripada bata merah.
- Agak susah mendapatkannya, hanya toko material besar yang menjual bata ringan ini.
- Penjualannya pun dalam volume (m3) yang besar.

Dari uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa masing-masing bahan memiliki kelebihan dan kekurangan. Batako press adalah jenis material penutup dinding yang paling ringan dan ekonomis berdasarkan tinjauan biaya, namun memiliki kekurangan seperti tidak terlalu baik meredam suara. Sementara batu bata konvensional cukup berat sehingga secara tidak langsung mempengaruhi load factor dari struktur bangunan. Sementara bata ringan memiliki keuntungan diantaranya pekerjaan lebih rapih dan presisi, tidak memerlukan banyak mortar untuk spesinya namun harganya relatif lebih mahal dibandingkan batako dan batu bata biasa.

Selamat memilih bahan penutup dinding untuk rumah Anda..

..

Architectaria Arsitek dan Perencana

(Jika anda menganggap artikel ini bermanfaat, jika anda menikmati membaca artikel-artikel di web ini, anda dapat berlanggangan untuk membaca artikel ini melalui email. Silahkan klik DISINI jika anda ingin berlangganan membaca artikel dari architectaria.com melalui email).

Harga Besi Beton Harga Bahan Bangunan


Daftar Harga Besi Beton 2014 : Besi Beton polos ulir 6 mm, 8 mm, 10 mm, 12 mm, 13 mm, 16 mm, 19 mm, 22 mm, 25 mm.
Foto/GambarJenisNama ProdukHarga
Besi BetonRp. 25.500,-
Besi BetonRp. 38.500,-
Rp. 42.250,-
Besi Beton

 Besi Ulir 10 mm SNI
KS
 
  
Besi Beton
KS

 Besi Ulir 13 mm SNI
KS 

Rp. 87.000,-
Rp. 95.250,-

 Rp. 101.750,-

Besi Beton Rp. 155.750,-
 Rp. 169.250,-
Besi Beton

Besi Beton
Besi Beton
Daftar Harga Bahan Bangunan 2014 Lainnya : 

  • Thank you for reading article Harga Besi Beton Harga Bahan Bangunan

    Friday, May 22, 2015

    Indonusa Conblock - Paving Block U-Ditch Box Culvert

    Indonusa Box Culvert - Harga, Jual & Ukuran 2015


    Berikut ini adalah daftar harga jual & ukuran box culvert dari pabrik Indonusa Conblock tahun 2015. Saluran beton precast box culvert yang kami produksi memiliki standar mutu beton K 350. Harga box culvert dibawah ini berlaku untuk area pengiriman Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Cikarang, Karawang dan sekitarnya.

    * Keterangan :
    1. Mutu beton Box Culvert diatas adalah minimum K-350
    2. Mutu baja tulangan U-50
    3. Harga Box Culvert diatas tidak termasuk Ppn 10% ( Non Ppn )
    4. Harga diatas tidak termasuk setting / pemasangan / penurunan kedalam galian
    5. Harga diatas sudah termasuk ongkos kirim untuk area Jakarta (Selatan, Timur, Pusat, Utara, Barat), Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Cikarang, Karawang - Indonesia
    6. Biaya koordinasi lingkungan / kuli preman proyek ditanggung oleh pihak pembeli
    7. Harga saluran beton precast box culvert diatas tidak mengikat & dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu
    8. Barang dikirim setelah barang lunas ( Cash Before Delivery )
    9. Barang yang sudah dikirim & diterima tidak dapat ditukar / dikembalikan
    10. Informasi lebih lanjut cara pemesanan barang,  Klik disini..!

    Bata ringan - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

    Bata ringan

    Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
    Lompat ke:navigasi, cari

    Bata ringan adalah batu bata yang memiliki berat jenis lebih ringan daripada bata pada umumnya.

    Bata ringan dikenal ada 2 (dua) jenis: Autoclaved Aerated Concrete (AAC) dan Cellular Lightweight Concrete (CLC). Keduanya didasarkan pada gagasan yang sama yaitu menambahkan gelembung udara ke dalam mortar akan mengurangi berat beton yang dihasilkan secara drastis. Perbedaan bata ringan AAC dengan CLC dari segi proses pengeringan yaitu AAC mengalami pengeringan dalam oven autoklaf bertekanan tinggi sedangkan bata ringan jenis CLC yang mengalami proses pengeringan alami. CLC sering disebut juga sebagai Non-Autoclaved Aerated Concrete (NAAC).

    Sejarah Beton Ringan

    Beton ringan AAC ini pertama kali dikembangkan di Swedia pada tahun 1923 sebagai alternatif material bangunan untuk mengurangi penggundulan hutan. Beton ringan AAC ini kemudian dikembangkan lagi oleh Joseph Hebel di Jerman pada tahun 1943. Di Indonesia sendiri beton ringan mulai dikenal sejak tahun 1995, saat didirikannya Pabrikasi AAC di Karawang, Jawa Barat.

    Bata Ringan AAC

    Bata ringan AAC adalah beton selular dimana gelembung udara yang ada disebabkan oleh reaksi kimia, adonan AAC umumnya terdiri dari pasir kwarsa, semen, kapur, sedikit gypsum, air, dan alumunium pasta sebagai bahan pengembang (pengisi udara secara kimiawi).

    Setelah adonan tercampur sempurna, nantinya akan mengembang selama 7-8 jam. Alumunium pasta yang digunakan dalam adonan tadi, selain berfungsi sebagai pengembang ia berperan dalam mempengaruhi kekerasan beton. Volume aluminium pasta ini berkisar 5-8 persen dari adonan yang dibuat, tergantung kepadatan yang diinginkan.

    Adonan beton aerasi ini lantas dipotong sesuai ukuran. Adonan beton aerasi yang masih mentah ini, kemudian dimasukkan ke autoclave chamber atau diberi uap panas dan diberi tekanan tinggi. Suhu di dalam autoclave chamber sekitar 183 derajat celsius. Hal ini dilakukan sebagai proses pengeringan atau pematangan.

    Saat pencampuran pasir kwarsa, semen, kapur, gypsum, air, dan alumunium pasta, terjadi reaksi kimia. Bubuk alumunium bereaksi dengan kalsium hidroksida yang ada di dalam pasir kwarsa dan air sehingga membentuk hidrogen. Gas hidrogen ini membentuk gelembung-gelembung udara di dalam campuran beton tadi. Gelembung-gelembung udara ini menjadikan volumenya menjadi dua kali lebih besar dari volume semula. Di akhir proses pengembangan atau pembusaan, hidrogen akan terlepas ke atmosfir dan langsung digantikan oleh udara. Rongga-rongga udara yang terbentuk ini yang membuat beton ini menjadi ringan.

    Bata Ringan CLC

    Bata ringan CLC adalah beton selular yang mengalami proses curing secara alami, CLC adalah beton konvensional yang mana agregat kasar (kerikil) diganti dengan gelembung udara, dalam prosesnya mengunakan busa organik yang kurang stabil dan tidak ada reaksi kimia ketika proses pencampuran adonan, foam/busa berfungsi hanya sebagai media untuk membungkus udara.

    Pabrikasi dan peralatan yang digunakan untuk menghasilkan CLC juga standard, sehingga produksi dengan mudah dapat pula diintegrasikan ke dalam pabrikasi beton konvensional. Hanya pasir, semen, air dan foam yang digunakan dan kepadatan yand didapatkan dapat disesuaikan mulai dari 350 kg/m³ sampai 1.800 kg/m³ dan kekuatan dapat juga dicapai dari serendah 1,5 sampai lebih 30 N/mm².

    CLC memerlukan pla-ster, tidak seperti pada AAC, Bila langsung melakukan pengecatan cat tembok dapat luntur. Penyerapan air lebih tinggi daripada AAC dan hampir menyerupai beton konvensional.

    CLC sama halnya dengan beton konvensional kekuatan akan bertambah seiring dengan waktu melalui kelembapan alamiah pada tekanan atmosfir saja. Amat disayangkan CLC tidak menawarkan penurunan berat yang signifikan dibandingkan bata ringan AAC.

    Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli bata ringan CLC adalah: 1. Industri rumah yang tidak stabil mengakibatkan amat banyak bata CLC yang dijual di Indonesia belum cukup kering sehingga plester spesial khusus bata ringan maupun plester konvensional tidak dapat menempel di bata CLC. Plester dinding rumah pun retak. Banyak pembeli CLC yang berpikiran untuk menghemat malah mengalami kerugian untuk membeli lebih banyak plester.

    2. Karena bergantung dengan curing alam, menghadapi cuaca lembab di Indonesia banyak CLC yang rapuh. Serbuk CLC dapat dihasilkan hanya dengan menggesekan kuku jari.

    3. Apabila di masukkan dalam air CLC akan tenggelam.

    Diperoleh dari "http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bata_ringan&oldid=8418712"

    Thursday, May 21, 2015

    Perbandingan Pemilihan Material Bangunan Menggunakan Bata

    Sponsored Links 1

    Anda ingin membangun rumah, ruko, kontrakan, atau rumah kost namun bingung memilih material bangunan dinding menggunakan bahan apa??? Mau menggunakan batu bata merah, atau bata ringan (hebel) atau batako, atau bahan material yang lain seperti bata beton ringan. Memang sih, makin banyak saja jenis material yang di pasaran untuk bahan dinding sehingga kita bingung menentukan plus dan minusnya. Ok, kali ini kami akan memaparkan kelebihan dan kekurangan penggunaan material dinding tembok menggunakan bahan batu bata ringan, bahan batako dan bahan batu bata merah.

    Tulisan plus minus penggunaan material untuk pengisi dinding dalam tulisan kali ini hanya meninjau dari sisi kelebihan dan kekurangan material tersebut. Sedangkan untuk masalah harga bahan material tersebut sengaja kita tidak menulisnya, karena soal harga dari bahan material tersebut berbeda-beda di tiap daerah. Jadi untuk referensi harga silahkan tanya ke toko bangunan terdekat di rumah Anda, untuk mendapatkan data harga terbaru yang lebih akurat.

    Kenapa kami tidak menulis soal harga? Karena bisa jadi harga batu bata di Kota Surabaya lebih mahal di banding di daerah Banyuwangi. Karena di Banyuwangi dekat dengan pabrik batu bata, sehingga harga per meter yang di keluarkan untuk memasang batu bata di Banyuwangi lebih murah. Sehingga dengan bervariannya harga material di tiap daerah kami tidak meninjau soal harga dalam tulisan kali ini, namun kami hanya mengkaji dari sisi plus dan minus dari penggunaan material tersebut.

    Proses Pembakaran Batu Bata Merah

    Menggunakan bangunan dengan material batu bata merah sudah di gunakan nenek moyang kita sejak zaman dulu. Sebelum orang kenal, arsitek-arsitekan nenek moyang kita sudah pandai dalam memproduksi batu bata merah. Selain mudah di dapatkan (khususnya untuk wilayah Jawa) batu bata sudah tidak diragukan kemampuannya untuk bangunan. Tinggal kita pandai-paindai memilih kualitas batu bata yang  terbaik untuk rumah kita.

    Batu bata merah ini mempunyai keistimewaan dalam proses produksinya, yaitu dengan cara di bakar dengan temperatur yang  tinggi sehingga menjadikan bata merah betul-betul kering serta keras. Sedangkan untuk bahan baku utama dalam pembuatan batu bata merah adalah tanah jenis tertentu yang liat. Sehingga memberikan efek yang dingin serta nyaman ketika di pasang sebagai dinding. Dinding batu bata merah ketika di bangun jarang  sekali terjadi keretakan karena efek alam biasa, seperti musim panas dan hujan kecuali jika ada gempa bumi yang dahsyat.

    Keistimewaan lain dari penggunaan batu bata merah yaitu material ini tahan terhadap bahaya kebakaran api. Karena bahannya dari tanah liat tertentu yang memiliki susunan pasir dengan kadar tertentu pula. Bukan sembarang  jenis tanah dan bukan sembarang  jenis pasir.

    Untuk ukuran penggunaan batu bata merah di Indonesia belum ada standar baku dalam penggunaannya. Rata-rata dalam satu meter persegi penggunaan batu bata merah sebanyak 70-75 biji. Adapun ukuran batu bata merah di pasaran yang ada biasanya memiliki ukuran 24cm x 18cm x 5cm.

    Untuk mengikat batu bata merah menjadi sebuah dinding, material standar yang di gunakan adalah ayakan pasir dicampur semen. Namun ada di beberapa daerah tertentu yang di campur dengan gamping. Bahkan untuk bangunan-bangunan tempo dulu, untuk mengikat batu-bata di beri campuran ayakan semen bata merah. Yaitu semen yang terdiri dari hancuran batu bata merah yang di lembutkan. Tapi jarang sekali, hari ini yang menggunakan adonan dengan campuran batu bata merah tersebut. Selain banyak memakan biaya juga tidak berdampak signifikan yang banyak terhadap kekuatan sebuah bangunan.

    Nilai Plus Penggunaan Material Batu Bata Merah

    1. Bentuknya yang mungil memberikan kemudahan dalam pemasangan serta pengangkutan
    2. Harga yang murah (relatif), karena tidak semua wilayah di Indonesia bisa menghasilkan untuk produksi batu bata merah. Sehingga di tempat tertentu sangat mahal menggunakan material batu bata merah.
    3. Untuk mengikatnya tidak memerlukan adoanan material khusus
    4. Bahan baku dinding menggunakan material batu bata merah sangat tahan api sehingga bagus untuk bahan bangunan.

    Nilai Minus Penggunaan Material Batu Bata Merah

    1. Batu bata merah, karena memiliki ukuran yang kurang standar sehingga ketika di pasang kadang sulit untuk membuat rapi, kecuali jika Anda menemukan tenaga ahli yang betul-betul pandai dalam memasang batu bata merah.
    2. Ukurannya yang kurang standar, cenderung memberikan materi yang terbuang jadi banyak. Maksudnya seperti ini, dalam proses pemasangan dinding batu bata dalam satu meter persegi karena ukurannya kurang standar mau tidak mau akan membuang beberapa batu bata karena di potong-potong menjadi ukuran setengah atau tiga perempat. Dengan proses seperti ini menjadikan ada sisa material yang terbuang, tidak semua material batu bata terpakai.
    3. Dampak lain yang di timbulkan karena pemasangan batu bata merah yang cenderung kurang rapi, ketika dinding harus di plester, harus tebal. Sehingga secara tidak langsung menjadikan borosnya material semen dan pasir ketika di plester.
    4. Proses pengerjaan yang lebih lama ketika membuat dinding batu bata. Sebenarnya lama-tidaknya pengerjaan dalam mengikat dinding batu bata tergantung dari tukangnya. Jika tukang yang kita dapatkan betul-betul ahli serta profesional tidak mermerlukan waktu lama ketika memasang batu bata merah yang kita punya.

    Nah, itulah beberapa ulasan tentang plus dan minus menggunakan material batu bata merah, untuk tulisan keistimewaan penggunaan batako serta batu hebel silahkan baca artikel kami berikutnya.

    Harga Paving Block / Conblock Per Meter 2015

    Paving Block / Conblock K 300 - Harga | Jual | Ukuran | 2015 ( KW A )

    PBK Block jual paving block K-300. Kapasitas produksi pabrik paving block PBK mencapai 1000 m2 per hari. Area pengiriman Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Cikarang, Karawang dan sekitarnya. Harga dibawah ini adalah daftar harga paving block per meter ( m2 ).

     update harga per 1 Januari 2015.

    a. Paving Block/ Conblock Model Bata 6 cm 
         Rp. 75.000 / m²
    b. Paving Block/ Conblock Model Bata 8 cm
         Rp. 85.000 / m²

    c. Paving Block/ Conblock Model Cacing 6 cm
         Rp. 75.000 / m²
    d. Paving Block/ Conblock Model Cacing 8 cm
         Rp. 85.000 / m²

    e. Paving Block / Conblock Model Hexagon 6 cm
         Rp. 75.000 / m²
    f. Paving Block/ Conblock Model Hexagon 8 cm
        Rp.  85.000 / m²

    g. Paving Block/ Conblock Model Trihexagonal 6 cm
         Rp. 75.000 / m²
    h. Paving Block/ Conblock Model Trihexagonal 8 cm
         Rp. 85.000 / m²

    i. Paving Block/ Conblock Model Ubin Set 6 cm
        Rp. 90.000 / m²
    j. Paving Block/ Conblock Model Ubin Set 8 cm
        Rp. 100.000 / m²

    k. Paving Block/ Conblock Model Ubin Kecil 6 cm
         Rp. 90.000 / m²  
    l. Paving Block/ Conblock Model Ubin Kecil 8 cm
        Rp. 100.000 / m²

    m.Paving Block/ Conblock Model Ubin Full 6 cm
         Rp. 90.000 / m²
    n. Paving Block/ Conblock Model Ubin Full 8 cm
         Rp. 100.000 / m²

    o. Topi Uskup 6 cm / Press
         Rp. 8.000 / pcs
    p. Topi Uskup 8 cm / Press
         Rp. 9.000 / pcs

    Keterangan :

    • Discount s/d 10 % untuk minimum order 1.000 m2.
    •  Free ongkir u/ wil. Jakarta ( Barat, Selatan, Timur, Utara, Pusat ), Depok, Bekasi, Cikarang, Bogor, Tangerang dan sekitarnya.
    •  Harga Negotiable, tergantung jumlah pemesanan dan jarak pengiriman.
    • Cara Pembayaran Cash Sebelum Barang di kirim,
    • Paving Block warna dikenakan tambahan biaya ( merah, hitam, hijau, kuning ),
    • Harga Paving Block diatas belum termasuk upah jasa pemasangan paving block

    atau kunjungi web kami di:
    www.pavingbloc.com
    Thank you for reading article Harga Paving Block / Conblock Per Meter 2015

    Wednesday, May 20, 2015

    Hebel

    Ir. Rudy Setiawan, MT. Distributor BMW untuk Biaya, Mutu, dan Waktu Dalam 2 minggu kami harus menyelesaikan bangunan 4 lantai dengan luas + 4,000 m2 pada lokasi yang sangat terjepit, sehingga kami harus mencari solusi bagaimana menyelesaikannya di sela-sela waktu liburan sekolah, waktu satu bulan sampai satu setengah bulan. Kita sebagai pelaku konstruksi selalu []

    more »
    Thank you for reading article Hebel