Tuesday, April 28, 2015

Memilih Lapisan Penutup Lantai Yang Tepat Untuk Rumah Anda

Lantai rumah merupakan salah satu dari beberapa elemen penyusun arsitektur bangunan, keberadaannya adalah mutlak, esensial sehingga akan membentuk identitas dan karakter dari sebuah rumah atau bangunan. Secara struktural umumnya lantai tersusun atas tulangan pelat lantai (tumpuan dan lapangan) dan dikombinasikan dengan campuran beton. Sama halnya dengan elemen struktural lainnya seperti pondasi, kolom dan balok, bahan penyusun lantai umumnya adalah struktur beton bertulang. Identitas dan karakter dari sebuah bangunan, dalam hal ini adalah rumah tinggal secara umum ditentukan oleh jenis material finishing penutup lantai.

Secara umum bahan penutup lantai yang banyak terdapat dipasaran dapat dibedakan menjadi 2 katagori yaitu: lapisan penutup lantai yang alami dan lapisan penutup lantai buatan. Kayu solid (jati, merbau, kapur, ulin, dsb) dan aneka bebatuan yang bersumber dari alam seperti marmer, granit dan limestone merupakan jenis penutup lantai yang alami. Sedangkan semen, keramik, MDF, dan vinyl dikatagorikan sebagai lapisan penutup lantai buatan.

Lapisan Penutup Lantai Alami

Kayu Solid. Sejak jaman dahulu kayu merupakan bahan bangunan yang umum dan banyak tersedia sehingga dapat digunakan untuk semua elemen bangunan. Berbagai jenis pemanfaatan kayu pada bangunandapat kita jumpai pada bagian lantai, dinding, konstruksi kuda-kuda bangunan dan atap. Lantai kayu sampai sekarang masih menjadi bahan yang popular untuk rumah tinggal karena nilai estetika yang tinggi, kesan yang alami serta kemampuannya untuk memberikan kehangatan di dalam ruang. Kayu yang fleksibel dapat memberikan suasana elegan, klasik, modern maupun kontemporer.

Gambar Lantai Dengan Finishing Kayu

Teknologi produksi lantai kayu telah berkembang pesat seiring dengan meningkatnya permintaan masyarakat. Jenis lantai parket yang dikenal secara umum adalah generasi lantai kayu yang menggantikan lantai papan untuk rumah panggung. Jenis-jenisnya adalah sebagai berikut :
- Parket (parquet) yang terbuat dari kayu solid atau dikenal dengan Solid Parquet.
- Parket yang terbuat dari kayu asli dengan teknologi layer untuk mencapai tingkat kestabilan yang sempurna dikenal dengan engineer parquet.

Batu Alam. Penutup lantai berbahan batu alam merupakan bahan tambang yang langsung diambil dari alam. Marmer dan granit merupakan jenis batuan yang terbentuk dalam waktu ratusan tahun dan tidak dapat diperbaharui. Pengolahannya hanya memerluakan proses pemotongan dan penghalusan saja. Ketersediaannya di alam yang terbatas menyebabkan harganya sangat mahal di pasaran. Lantai marmer sangat kuat dan tidak getas cocok untuk menahan beban yang berat. Marmer bersifat dingin sehingga dapat menyejukan suhu di dalam ruangan. Tampilannya pun sangat mewah dengan beragam motif dan corak. Namum perawatannya lebih sulit dibandingkan jenis lantai lainnya.

Gambar  Lantai Dengan Finishing Batu Alam (Marmer)

Lantai granit pada prinsipnya hampir sama dengan marmer, hanya secara kasat mata warnanya lebih gelap. Ketersediaan jenis batuan ini di alam lebih langka menyebabkan harganya juga lebih mahal dari marmer.

Lapisan Penutup Lantai Buatan

Keramik. Keramik adalah jenis penutup lantai yang paling popular digunakan di Indonesia. Ini disebabkan karena harganya yang sangat variatif, dari yang murah sekitar Rp. 50.000 /m2 sampai yang harganya diatas Rp. 150.000 /m2. Motif warna dan ukuran keramik pun sangat beragam dari motif marmer, polos, serat kayu dan masih banyak lagi. Penggunaanya pun tidak hanya untuk lantai, dinding pun tampak lebih indah jika dilapisi keramik. Tapi harus diperhatikan karena kekuatan keramik dinding pasti lebih kecil dari keramik lantai yang menahan beban.

Gambar Lantai Dengan Finishing Keramik

Vinyl. Lantai ini sangat praktis untuk mengubah tampilan ruangan. Dibagian bawahnya terdapat lem yang mudah direkatkan pada lapisan plesteran atau lantai keramik. Kalau sudah bosan anda tinggal melepasnya dan menggantinya dengan motif lain. Pemasangannya sangat mudah sehingga bisa dilakukan sendiri. Perawatannyapun sangat mudah. Hampir sama dengan lantai keramik. Material ini sangat kuat, tahan api dan air sehingga banyak juga digunakan di bangunan-bangunan publik.

Gambar Lantai Dengan Finishing Vinyl

Vinyl banyak digunakan sebagai alternatif lantai parket karena harganya lebih murah dan tahan rayap. Lantai vinyl tersedia dalam vinyl tile (kotak atau persegi) dan vinyl sheet (bentuk gulungan/rol). Vinyl sheet umumnya dikenal sebagai Linoleum. Harganya sangat variatif, anda bisa mengunjungi toko material atau toko bahan bangunan, bila mungkin bandingkan beberapa harga dari beberapa toko untuk mendapatkan harga terbaik.

Karpet. Lantai karpet dapat dibagi menjadi 2 jenis. Yang pertama adalah karpet satuan yang biasa dipakai sebagai aksen pemanis ruangan. Motif dan warnanya sangat beragam dengan bahan baku yang beragam pula. Ukurannya pun barmacam-macam dengan bentuk kotak, persegi ataupun lingkaran. Jenis kedua adalah karpet yang secara permanen ditempel pada lantai seluruh ruangan. Lantai jenis ini hanya cocok dipakai di daerah subtropis atau ruangan yang memakai pendingin ruangan (AC). Kita sering menemui jenis lantai ini di kantor atau kamar hotel. Kelebihannya adalah munculnya kesan hangat dan proses pemasangannya yang mudah.

Gambar Lantai Dengan Lapisan Karpet

Lantai karpet juga cocok digunakan untuk tempat bermain anak karena permukaannya yang tidak keras. Lantai karpet lebih sulit dibersihkan jika terkena noda dan cairan dibanding jenis lantai yang lain. Perawatannya pun lebih mahal harus memakai penyedot debu atau dibawa ke dry cleaning.

Parket (Parquet) Sintetis. Selain yang berbahan dasar kayu solid, parket (parquet) juga bisa terbuat dari material sintetis seperti particle board ataupun MDF. Parket jenis ini umumnya lebih terjangkau dibanding parket berbahan dasar kayu solid. Jika anda menginginkan rumah dengan suasana yang hangat namun dengan budget yang terbatas, maka jenis parket berbahan sintetis ini adalah pilihan terbaik bagi anda.

Gambar Lantai Dengan Finishing Parket (Parquet)

..

Architectaria Arsitek dan Perencana

(Jika anda menganggap artikel ini bermanfaat, jika anda menikmati membaca artikel-artikel di web ini, anda dapat berlanggangan untuk membaca artikel ini melalui email. Silahkan klik DISINI jika anda ingin berlangganan membaca artikel dari architectaria.com melalui email).

No comments:

Post a Comment